Jumat, 16 Januari 2015

JAHE (zingiber officinale): Teks Eksposisi

JAHE (zingiber officinale): Teks Eksposisi:  Contoh teks eksposisi tentang jahe ( zingiber officinale) Contoh Teks Eksposisi tentang jahe (zingiber officinale)--  Teks eksposis...

Teks Eksposisi




 Contoh teks eksposisi tentang jahe ( zingiber officinale)
ssss



Contoh Teks Eksposisi tentang jahe (zingiber officinale)-- Teks eksposisi adalah teks yang berisi informasi tentang sesuatu sehingga memperluas pengetahuan pembaca. Karangan eksposisi bersifat ilmiah/nonfiksi. 


Di sinilah perbedaannya dengan karangan deskripsi. Karangan deskripsi bertujuan menggambarkan / melukiskan sesuatu sehingga seolah-olah pembaca melihat atau merasakannya sendiri. Karangan deskripsi dapat bersifat ilmiah atau non-ilmiah. Sumber karangan diperoleh dari hasil pengamatan, penelitian, dan imajinasi.

Teks eksposisi memiliki ciri: 1. Strukturnya terdiri atas: Pembukaan (tesis), argumentasi, dan penegasan ulang; 2. Memuat informasi berdasarkan fakta (faktual); 3. Memuat informasi tentang fakta dengan argumen dan contoh-contoh; 4. Sumber karangan ini dapat diperoleh dari hasil pengamatan, penelitian, atau pengalaman.
Berikut contoh teks 

      

          sejak dulu para nenek moyang kita sudah sangat mengenal jahe tumbuhan yang termasuk rempah rempah dan tumbuhan yang banyak memiliki banyak kahsiat ini diperkirakan berasal dari India. Namun ada pula yang mempercayai jahe berasal dari Republik Rakyat Tiongkok Selatan. Dari India, jahe dibawa sebagai rempah perdagangan hingga Asia Tenggara, Tiongkok, Jepang, hingga Timur Tengah. Kemudian pada zaman kolonialisme, jahe yang bisa memberikan rasa hangat dan 
pedas pada makanan segera menjadi komoditas yang populer di Eropa.


         Jahe (Zingiber officinale Rosc.) merupakan salah satu jenis tanaman yang termasuk kedalam suku Zingiberaceae. Nama Zingiber berasal dari bahasa Sansekerta “singabera” (Rosengarten 1973) dan Yunani “Zingiberi” (Purseglove et al. 1981) yang berarti tanduk, karena bentuk rimpang jahe mirip dengan tanduk rusa. Officinale merupakan bahasa latin (officina) yang berarti digunakan dalam farmasi atau pengobatan (Janson 1981).
Jahe dikenal dengan nama umum (Inggris) ginger atau garden ginger. Nama ginger berasal dari bahasa Perancis:gingembre, bahasa Inggris lama:gingifere,jahe memiliki banyak manfaat bagi kehidupan sejak dulu jahe sudah di kenal sebaai tanaman obat berikut khasiat dari jahe:

Manfaat dan khasiat jahe :

 1. Masuk angin
.2. Sakit kepala atau migran (sakit kepala 
 3. Mencegah Mabuk 
 4. Terkilir 



      Sudah jelas bahwa jahe sudah terkenal sebagai tanaman obat yang ber-khasiat dan bermnafaat dari zaman nenek moyang kita sudah diketahui bahwa jahe dapat menyembuh kan beberapa penyakit jahe juga dapat di temui di berbagai negara dan jahe adalah komoditas rempah rempah yang ber -khasiat


*STRUKTUR TEKS


*TESIS"sejak dulu........dst"
*ARGUMENTASI"jahe (zingiber officinale)........dst"
*PARAGRAF PENEGASAN"sudah jelas........dst:


ADAPUN CONTOH TEKS EKSPOSISIS LAINYA 

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Anomali
    Di tengah kondisi dunia yang sedang krisis, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencatat hasil positif. Pertumbuhan ekonomi triwulan kedua tahun ini mencapai 6,4 persen dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Konsentrasi pertumbuhan tetap terpusat di Pulau Jawa dengan angka 57,5 persen.
Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia semester I-2012 lebih baik dibandingkan dengan semester I-2011 yang tumbuh sebesar 6,3 persen.
Namun menurut pengamat ekonomi Indonesia for Global Justice, Salamuddin Daeng, pertumbuhan ekonomi Indonesia tergolong anomali. Alasannya karena pertumbuhan ekonomi tidak diikuti peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ada empat faktor, kata Daeng, yang membuat pertumbuhan ekonomi anomali. Pertama, ekonomi Indonesia digerakkan oleh utang luar negeri yang angkanya terus naik. ”Utang Indonesia terakumulasi mencapai Rp 2.870 triliun. Utang luar negeri bertambah setiap tahun. Utang selanjutnya menjadi sumber pendapatan utama pemerintah dan menjadi faktor pendorong pertumbuhan ekonomi,” paparnya.
Kedua, pertumbuhan ekonomi didorong oleh peningkatan konsumsi masyarakat yang bersumber dari naiknya harga sandang dan pangan, serta ditopang dari pertumbuhan kredit khususnya kredit konsumsi.
Faktor ketiga, pertumbuhan ekonomi didorong ekspor bahan mentah, seperti bahan tambang, migas, hasil perkebunan dan hutan, sehingga tidak banyak menciptakan nilai tambah dan lapangan pekerjaan. Terakhir, pertumbuhan ekonomi didorong oleh investasi luar negeri yang membuat sumber daya alam kian dikuasai asing.
Pengamat ekonomi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, A Tony Prasetiantono menyatakan, sektor domestik mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. ”Transmisi krisis global melalui penurunan ekspor dan defisit neraca perdagangan baru akan terasa pada kuartal ketiga dan keempat tahun ini. Lagi pula, kontribusi ekspor terhadap PDB tidak besar,” kata Tony.
Hal senada disampaikan ekonom Mirza Adityaswara. Sejumlah sektor ekonomi dalam negeri tumbuh karena didorong oleh suku bunga rendah yang tampak dari tumbuhnya kredit 26-28 persen (tahunan) sekaligus didorong oleh harga bahan bakar minyak (BBM) yang rendah karena masih disubsidi.
”Maka dari itu, pertumbuhan tinggi dialami sektor yang berorientasi dalam negeri, seperti perdagangan, manufaktur, otomotif, transportasi, komunikasi, dan konstruksi,” kata Mirza. Dia menambahkan, akibat pertumbuhan tinggi sektor yang berorientasi dalam negeri, kecenderungan defisit neraca perdagangan akan semakin besar.
Menurut Tony, belanja pemerintah yang lebih cepat dan besar juga cukup membantu pertumbuhan. Seiring hal itu, inflasi yang terkendali di bawah 5 persen cukup membantu, meski hal tersebut ada efeknya, yaitu subsidi energi terus membengkak yang sebenarnya cenderung tidak sehat.
Struktur Teks Eksposisi
1. Pernyataan pendapat (tesis)
1.  Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencatat hasil positif. samapai dengan
2  Pertumbuhan ekonomi Indonesia tergolong anomali. Alasannya karena pertumbuhan ekonomi tidak diikuti peningkatan kesejahteraan masyarakat.
2. Argumentasi
 Berda di Paragraf 4, 5, dan 6
3. Penegasan Ulang Pendapat
Berada di Paragraf 7, 8, 9, dan 10
Ciri Bahasa Teks Eksposisi

  1. Bersifat Informatif
  2. Bersifat Objektif
  3. Berdasarkan Fakta-Fakta
  4. Selalu menggunakan kara pronomina (Kita atau Saya)
  5. Selalu menggunakan konjungsi pada kenyataannya, kemudian atau lebih lanjut (kata hubung)
  6. Menggunakan kata ganti/ Pronomina
  7. Ada Kalimat Langsung
  8. Memakai Istilah
  9. Memakai Bahasa yang Baku